Adanyapertukaran unsur-unsur budaya karena globalisasi ini mengakibatkan dampak-dampak yang besar bagi masyarakat. Globalisasi merupakan suatu gejala terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi yang mengikuti sistem nilai dan kaidah yang sama antara masyarakat di seluruh dunia karena adanya kemajuan transportasi dan komunikasi sehingga memperlancar interaksi antar warga dunia.
Faktorfaktor yang Memengaruhi Digitalisasi dalam Dunia Pendidikan. Guru dapat menyampaikan materi ajarnya melalui video conference, siswa dapat mengakses modul pembelajaran melalui platform khusus sekolah, dan orang tua siswa mendapatkan informasi progres belajar anaknya dari guru melalui aplikasi pesan singkat.Semua bisa berjalan karena seluruh aspek yang dibutuhkan dalam program PJJ sudah
Jugaditambah dengan makin murahnya tranportasi menyebabkan perusahaan transnasional dan aliran modal global makin gampang bergerak ke seluruh dunia. Teknologi informasi pulalah yang menyebabkan integrasi, interdependensi dan interlink semua aspek kehidupan baik itu budaya, ekonomi dan politik sehingga terciptalah globalisasi budaya
A Pengertian Globalisasi Secara umum, globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena adanya pertukaran pandangan dunia, pemikiran, produk, dan berbagai aspek kebudayaan lainnya.Secara etimologi, kata globalisasi berasal dari bahasa Inggris, yaitu globalize yang berarti universal, menyeluruh, atau mendunia dan lization yang berarti proses.
1 Bidang Ekonomi. Peran Indonesia dalam globalisasi khususnya bidang ekonomi, yaitu seperti perdagangan, investasi, dan produksi. Peran Indonesia dalam bidang ekonomi diantaranya yaitu seperti berikut ini: a. Perdagangan. Indonesia udah sejak lama menjalin hubungan dagang dengan negara-negara lain. Hubungan perdagangan tersebut dilakukan
KATAPENGANTAR. Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT karena atas Rahmat dan hidayahnya kami bisa menyelesaikan makalah ini yang berjudul Globalisasi.walaupun masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini, namun kami berharap makalah ini bisa bermanfaat bagi para pembaca. Dalam pembuatan makalah ini, kami melibatkan banyak pihak.
. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. A. Dampak PositifMudahnya Pertukaran Budaya Internasional di duniapeningkatan teknologi dan pendidikan di era globalisasi membuat pemicu dalam pertukaran budaya seluruh negara di dunia. Kita dapat melihat dan mempelajari kebudayaan dari seluruh dunia hanya melalui media internet tanpa harus keliling dunia jika ingin mengetahuinya. Mudahnya akses bepergian ke luar negeri untuk masuk kenegara juga bisa menjadi salah satu sebab, seperti orang dari negara lain yang datang ke Indonesia dan membawa serta kebudayaan dan kesenian dari negara asalnya. Orang tersebut bisa memperkenalkan kebudayaan dan keseniannya ke masyarakat Indonesia dan jika kebudayaan atau kesenian tersebut cocok dengan masyarakat Indonesia dapat menyebabkan terjadinya akulturasi Pertukaran pelajar di dunia pendidikan juga bisa menjadi media pertukaran budaya di seluruh dunia. Pelajar yang berkesempatan ke luar negeri bisa mengajarkan kebudayaan atau kesenian dari negara asalnya. Tentu hal semacam ini bisa memberikan dampak terbukanya budaya bagi setiap orang dan bisa menumbuhkan sikap toleran antar umat manusia. Adanya sikap toleransi akan menumbuhkan rasa solidaritas antar bangsa di adanya Pembaharuan KesenianHadirnya berbagai tontonan dan hiburan yang di kemas lebih modern di era globalisasi berimbas pada redupnya kesenian - kesenian tradisional, khususnya kesenian di Indonesia. Minat masyarakat yang menurun disebabkan oleh pengaruh budaya luar negeri yang lebih diminati dan kebosanan masyarakat umum akan hiburan tradisional di Indonesia. Hal ini menjadi masalah besar bagi pelaku kesenian di Indonesia karena perlahan lahan dapat menghilangkan dan mematikan aktifitas seni tradisional di Indonesia. Namun demikian, redupnya eksistensi kesenian tradisional di Indonesia menjadi sebab bagi beberapa peseni di Indonesia untuk melakukan pembaharuan bagi kesenian tradisional di Indonesia. Contohnya alat musik gamelan yang dipadukan dengan musik modern atau orkestra, tari-tari tradisional yang dikemas ulang dengan pemangkasan alur cerita dan gaya yang berbeda. B. Dampak NegatifMunculnya Sikap Individualisme pada manusia Pengaruh globalisasi di bidang komunikasi budaya memunculkan berbagai sikap buruk dan jelek manusia, seperti sikap individualisme. Perkembangan zaman pada saat ini menyebabkan manusia untuk bekerja keras agar bisa mendapatkan uang untuk tetap bertahan hidup, hal ini memicu munculnya sikap individualisme bagi setiap orang. Tentu sikap ini menghilangkan kerjasama untuk semangat gotong royong dan sifat kekeluargaan yang dimiliki oleh manusia sebagai makhluk sosial pada saat Nilai-Nilai Budaya LokalAdanya pengaruh budaya global di sebuah negara dapat mempengaruhi lunturnya nilai-nilai budaya lokal di negara tersebut. Contoh tata krama dan sopan santun yang menjadi nilai budaya di Indonesia, kini sudah dikeampingkan oleh pemuda-pemudi bangsa, karena gencarnya pengaruh budaya barat yang meracuni pemuda Moral Masyarakat 1 2 Lihat Pendidikan Selengkapnya
Pengertian Globalisasi Konsep globalisasi dapat dengan mudah dipahami melalui pemenggalan kata globalā dan sasiā. Kata globalā merujuk pada lintas batas dan kata sasiā merujuk pada perubahan / proses menjadi. Untuk mempermudah mengingat, globalisasi dapat diartikan secara singkat sebagai proses perubahan sosial pada skala lintas batas. Globalisasi mengacu pada suatu kondisi perubahan sosial dimana negara, wilayah dan masyarakat saling terkoneksi satu sama lain, baik itu dalam bidang ekonomi, politik, serta sosial budaya. Globalisasi merupakan suatu fase perubahan yang dialami oleh masyarakat di berbagai penjuru dunia. Ciri khas dari era globalisasi yaitu semakin kaburnya batas-batas geografis antar negara. Pertukaran informasi serta arus barang maupun jasa tidak lagi hanya dilakukan dalam cakupan negara lokal, nasional namun juga merambah lintas negara global, internasional. 3 Aspek Globalisasi beserta Contohnya Globalisasi merupakan fenomena dunia sehingga sangat memiliki pengaruh terhadap setiap aspek kehidupan manusia. Berikut merupakan contoh-contoh globalisasi dari masing-masing aspek kehidupan, yaitu Aspek Ekonomi Ilustrasi e-commerce yang membawa perubahan pada mekanisme jual-beli barang. Sumber gambar Pada aspek ekonomi, globalisasi mengacu pada perubahan yang terjadi pada mekanisme pertukaran barang dan jasa. Dalam hal ini, seseorang tidak perlu pergi ke Amerika untuk membeli produk fashion disana atau kebutuhan-kebutuhan rumah tangga. Selain itu, kalaupun seseorang memiliki banyak sekali uang, ia dapat membeli vila penginapan di Hawai dengan membayar jasa konsultasi kepada agen properti yang ada disana. Segala produk yang tersedia di pasaran dapat diakses oleh siapa saja dan dimana saja dengan bantuan internet. Kehadiran e-commerce kepanjangan electronic commerce; perdagangan elektronik seperti Amazon, e-bay, Shopee, Lazada dan lain-lainnya semakin memudahkan pengiriman barang lintas batas. Memesan sepatu yang sedang trend di Eropa hingga memesan produk kecantikan milik idol pop di Korea sangatlah mungkin dengan mekanisme pengiriman internasional yang ditawarkan oleh situs e-commerce tertentu. Pada era globalisasi, transaksi uang dan barang antar negara bergerak sangat cepat lebih dari yang kita bayangkan serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dunia. Aspek Politik Ilustrasi Aktivitas gerakan yang dilakukan oleh pelajar di dunia untuk mempengaruhi kebijakan terkait lingkungan. Sumber gambar Globalisasi membawa pengaruh besar pada arah kebijakan politik negara-negara di dunia. Jika sebelumnya kebijakan politik hanya mencakup skala nasional, era globalisasi mendorong terintegrasinya kebijakan-kebijakan politik di berbagai negara dan memungkinan terciptanya bentuk-bentuk kerja sama politik antar negara. Contoh kerja sama politik tersebut diantaranya seperti Uni Eropa UE, International Monetary Fund IMF, World Bank, dan World Trade Organization WTO. Pada aspek politik, globalisasi juga ditandai dengan beroperasinya aktivitas-aktivitas politik yang mempromosikan nilai-nilai universal pada skala global. Nilai-nilai universal tersebut diantaranya seperti hak asasi manusia, kesetaraan, permasalahan lingkungan dan lain sebagainya. Maraknya aktivitas politik yang terjadi pada negara tertentu sangat mungkin mempengaruhi negara lain di dunia, hal ini khususnya dipengaruhi oleh kehadiran media massa. Konsekuensi dari hal tersebut yaitu terjadinya fenomena gerakan sosial pada level global yang dilakukan oleh para warga masyarakat guna mempengaruhi kebijakan pemerintah tertentu. Dalam rangka memperjuangkan kepentingan politisnya, para warga yang tergabung menjadi bagian dari gerakan sosial tertentu akan berjejaring dengan masyarakat global dan bekerja sama dengan dengan organisasi internasional. Aspek Sosial Budaya Ilustrasi fans kpop yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Sumber gambar Pada aspek sosial budaya, konsep globalisasi merujuk pada proses terintegrasinya gagasan, nilai, norma, perilaku serta cara hidup sosial kemasyarakatan. Dalam hal ini, sebagian besar individu dibentuk oleh pengaruh masyarakat dunia. Di Indonesia contohnya, kita bisa dianggap ketinggalan zaman jika kita belum menonton film Avengers atau mendengarkan album terbaru Justin Bieber. Amerika Serikat menjadi kiblat perfilman dan musik dunia, Korea Selatan menjadi kiblat tren kecantikan, Paris menjadi kiblat fashion wanita, dan lain sebagainya. Berbagai wilayah di dunia memiliki elemen sosial budayanya masing-masing dan akan saling mempengaruhi satu sama lainnya seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya internet. Pada intinya, globalisasi pada aspek sosial budaya dapat diartikan sebagai fenomena sosial dimana praktik-praktik kebudayaan yang dilakukan individu bukan hanya dipengaruhi oleh dirinya sendiri namun oleh masyarakat global. Dimanapun individu itu berada, ia memiliki kemungkinan untuk terpapar budaya-budaya dari luar negaranya. Sebagai contoh, terdapat sebagian individu yang terobsesi dengan budaya kehidupan masyarakat Korea Selatan melalui pengaruh idol pop kegemarannya, sebagian individu lainnya tergila-gila dengan budaya Jepang melalui film anime yang ditontonnya setiap hari. Adapun tak jarang para wanita Indonesia berusaha merubah tampilan hidungnya menjadi mancung dan berkulit putih karena terbiasa mengikuti keseharian para artis Hollywood kegemarannya di sosial media. Faktor Pendorong Globalisasi Globalisasi tidak serta merta tercipta dengan sendirinya. Terdapat tiga faktor utama yang mendorong terjadinya globalisasi, yaitu 1. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi Faktor pendorong utama globalisasi yaitu kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang memudahkan proses pertukaran informasi di berbagai pelosok dunia. Kemajuan teknologi tersebut yang membuat semakin kaburnya batas-batas geografis antar negara di dunia karena semua informasi yang individu butuhkan dapat tersedia dalam genggaman dan hanya dengan sekali klik. Kehadiran ponsel pintar serta internet koneksi 5G merupakan contoh dari perkembangan teknologi yang mendorong globalisasi terus terjadi. Era globalisasi sangatlah identik dengan kecepatan, kemudahan dan ketersediaan. Arus informasi dan komunikasi berlangsung begitu cepat, berbagai peristiwa dunia dapat diakses dengan mudah oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja dengan bantuan ponsel pintar. Pun segala jenis informasi, barang dan jasa akan selalu tersedia bagi tiap-tiap individu yang membutuhkannya dengan bantuan akses internet. Pertukaran informasi menjadi lebih mudah di seluruh dunia. Sumber gambar 2. Kehadiran perusahaan multinasional Perusahaan multinasional merupakan intrumen lain yang mendorong terjadinya globalisasi. Sebagai contoh, terdapat perusahaan besar skala multinasional yang menanamkan modal, aset serta memutuskan untuk membangun pabrik di negara berkembang dimana tenaga kerja murah dan bahan baku mentah tersedia. Perusahan multinasional tersebut pada dasarnya telah menjalankan aktivitas ekonomi skala besar dan sangat mempengaruhi perekonomian nasional di negara berkembang yang mereka tempati. Perusahan-perusahaan multinasional juga semakin mengaburkan batas-batas geografis antar negara karena pada dasarnya eksistensi mereka sangat ditentukan oleh pasar dunia. Modal dan aset perusahaan tersebar di berbagai negara serta manajemen perusahaan dikelola secara lintas batas oleh karyawannya. Dampak Positif dan Negatif Globalisasi Globalisasi tidak dimungkiri mampu menjangkau seluruh aspek kehidupan manusia. Meskipun globalisasi banyak membawa dampak positif, faktanya juga terdapat beberapa dampak negatif yang ditimbulkan, antara lain yaitu Dampak Positif Globalisasi memungkinkan individu antar negara untuk saling berkomunikasi secara mudah dan juga murah; Globalisasi memungkinkan terjadinya pertukaran informasi dan diseminasi pengetahuan secara cepat dan tepat; Globalisasi memungkinkan masyarakat dari berbagai komunitas, negara serta latar belakang budaya dan agama yang berbeda untuk saling mengenal dan memahami perbedaan satu sama lainnya; Globalisasi membawa nilai-nilai universal, misalnya mengenai isu-isu kemanusiaan seperti kesetaraan, keadilan, demokrasi dan lain sebagainya, serta isu-isu agenda pembangunan dunia. Dampak Negatif Globalisasi memunculkan perilaku budaya masyarakat konsumtif. Sebagai contoh, kemudahan untuk mengakses media masa serta kehadiran media sosial mendorong individu untuk terus membeli barang-barang terkini sebagaimana tren yang berkembang; Globalisasi membawa pengaruh pada bahasa dan kebudayaan lokal. Dalam hal ini, Bahasa Inggris yang dikenal dengan bahasa internasional memiliki kemungkinan untuk mengikis bahkan menghilangkan bahasa-bahasa lokal; Globalisasi memiliki kemungkinan untuk menghilangkan tradisi, kebiasaan dan adat istiadat masyarakat; Globalisasi memperlebar kesenjangan sosial pada skala lokal, nasional dan global. Dalam hal ini, masyarakat perdesaan terpencil yang kesulitan dalam mengakses internet akan semakin tertinggal jika dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Begitupun dalam skala global, negara yang tidak memiliki kemampuan mengembangkan teknologi akan jauh tertinggal dengan negara-negara maju lainnya dalam aspek pertumbuhan ekonomi; Globalisasi berpotensi menghasilkan kriminalitas skala lintas batas. Contohnya yaitu seperti perdagangan narkoba, perdangan manusia, penipuan dan lain sebagainya. Pengaruh Globalisasi terhadap Kehidupan Sehari-hari Globalisasi berkontribusi besar pada pertukaran nilai-nilai budaya antar komunitas masyarakat dunia. Kebanyakan negara tidak lagi dapat berdiri sendiri melainkan terintegrasi kedalam sistem dan nilai-nilai masyarakat global. Dalam hal ini, media memiliki peran besar dan menjadi alat dalam penyebarluasan nilai-nilai tersebut. Keberadaan media ā seperti TV/radio/HP, koran, majalah dan lain sebagainya ā telah melahirkan ikatan serta kontak budaya antar manusia yang berbeda negara. Adapun komunikasi dan perkembangan ilmu pengetahuan juga turut membantu menjembatani jarak budaya antar negara-negara di dunia. Meskipun interaksi antara konsep globalisasi dan budaya memperlihatkan pengaruh positif dimana telah terjadi pertukaran nilai budaya, namun demikian perlu disadari bahwa globalisasi berpotensi untuk mempengaruhi tergerusnya identitas budaya lokal. Generasi muda Indonesia khususnya, tidak sedikit diantara mereka yang terbawa pengaruh budaya asing, misal dari aspek kehidupan sehari-hari seperti merek pakaian favorit, genre lagu favorit, film favorit, atau sekedar preferensi makanan. Sebenarnya tanpa kita sadari setiap tindakan yang kita pilih sehari-hari sangat dipengaruhi oleh apa yang kita konsumsi melalui media. Adapun globalisasi pada dasarnya juga melahirkan asimilasi atau percampuran budaya, yakni dimana budaya-budaya minoritas akan terbawa arus budaya yang lebih besar. Hal ini tersebut cenderung mengancam keberagaman budaya serta identitas lokal. Sebagai contoh, kebanyakan generasi muda akan cenderung mendengarkan genre musik elektro pop khas Billie Eilish dibandingkan musik dangdut atau gamelan atau musik khas kampung halaman orangtuanya misalnya. Contoh lain, para milenial akan cenderung menggabungkan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari agar terlihat keren, bahasa-bahasa daerah tentunya dianggap tidak begitu penting. Upaya Menghadapi Globalisasi Tidak dapat dipungkiri, globalisasi sangat identik dengan nilai-nilai modernitas. Sebagian besar komunitas masyarakat berlomba-lomba menjadi masyarakat modern, sebagian besar manusia pun pada hakikatnya berupaya merubah diri menjadi manusia modern. Pada prinsipnya, tidak ada yang salah dengan globalisasi dan peradaban modern, malah faktanya masyarakat kita banyak terbantu dengan kemudahan berkomunikasi dan kemajuan teknologi. Fakta lainnya yaitu kita kemungkinan besar tidak akan mampu menghindari arus globalisasi dengan cakupannya yang begitu luas disetiap aspek kehidupan manusia. Oleh karena itu menjadi penting bagi kita sebagai individu untuk pintar-pintar bersikap guna terhindar dari perilaku yang menggerus nilai, budaya, adat dan kebiasaan lokal yang kita miliki. Dalam hal ini, melatih kemampuan berpikir kritis dengan cara menyaring setiap informasi yang kita konsumsi sehari-hari melalui media massa dapat dikatakan salah satu upaya untuk menghadapi globalisasi. Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan berpikir kembali dan mempertimbangkan informasi yang diperoleh sebelum menerapkan suatu tindakan. Dengan berpikir kritis, individu akan memiliki kontrol yang lebih baik atas perilaku dan tindakannya sehari-hari, dibandingkan sekedar mengikuti arus tren semata. Kontributor Sabrina Burhanudin, Alumni Sosiologi FISIP UI Materi lainnya Stratifikasi Sosial Mobilitas Sosial Multikulturalisme
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Era globalisasi telah membawa dampak signifikan terhadap budaya di seluruh dunia. Globalisasi dapat diartikan sebagai proses integrasi dan interaksi antara berbagai negara dan masyarakat yang melintasi batas-batas geografis, politik, dan ekonomi. Dalam konteks ini, budaya tidak lagi terbatas pada wilayah geografis tertentu, melainkan menjadi sebuah fenomena yang terhubung secara global. Salah satu dampak utama dari globalisasi terhadap budaya adalah pertukaran ide, nilai, dan praktik budaya di antara masyarakat yang berbeda. Hal ini disebabkan oleh kemajuan teknologi komunikasi dan transportasi, yang memungkinkan informasi dan produk budaya untuk dengan mudah dipertukarkan secara global. Misalnya, melalui internet dan media sosial, individu dapat mengakses dan berinteraksi dengan budaya dari seluruh dunia, termasuk musik, film, literatur, dan tradisi itu, perdagangan internasional yang semakin meningkat juga telah membawa pengaruh budaya yang signifikan. Produk budaya seperti makanan, pakaian, dan barang- barang konsumsi lainnya dapat dengan mudah ditemukan di berbagai negara, sehingga mengubah pola hidup dan selera masyarakat setempat. Hal ini menciptakan perpaduan budaya yang unik, di mana elemen budaya asing dan lokal saling berdampingan dan saling mempengaruhi. Namun, meskipun globalisasi telah membawa manfaat dalam hal peningkatan pemahaman lintas budaya dan akses terhadap keberagaman budaya, juga ada tantangan yang dihadapi oleh budaya dalam era ini. Salah satunya adalah dominasi budaya global yang seragam, yang cenderung mengaburkan keunikan budaya lokal. Globalisasi ekonomi dan media massa yang kuat dapat menyebabkan homogenisasi budaya, dengan citra, nilai, dan tren yang serupa tersebar di berbagai belahan dunia. Selain itu, perubahan budaya yang cepat juga dapat menimbulkan resistensi dan ketegangan dalam masyarakat. Beberapa kelompok masyarakat berjuang untuk mempertahankan identitas budaya mereka dan melindungi warisan tradisional mereka dari pengaruh budaya asing. Perdebatan tentang pelestarian budaya versus adaptasi terhadap perubahan budaya global menjadi semakin kompleks dan konteks ini, penting bagi masyarakat untuk mengembangkan pendekatan yang seimbang terhadap budaya dalam era globalisasi. Menerima perubahan budaya yang dibawa oleh globalisasi tidak berarti mengorbankan identitas budaya sendiri. Sebaliknya, masyarakat dapat memelihara kekhasan budaya lokal sambil terbuka terhadap pengaruh baru yang dapat memperkaya dan melengkapi budaya mereka. Dialog, toleransi, dan kesadaran akan nilai-nilai budaya yang penting adalah kunci dalam menghadapi perubahan budaya dalam era globalisasi. Pertanyaan apakah masyarakat seharusnya menerima atau menolak perubahan budaya dalam era globalisasi merupakan perdebatan yang kompleks. Sudut pandang yang berbeda- beda dapat muncul tergantung pada konteks sosial, budaya, dan nilai-nilai yang yang mendukung penerimaan perubahan budaya dalam era globalisasi melihat manfaat dalam keberagaman budaya yang semakin luas. Menerima perubahan budaya dapat membuka pintu untuk pemahaman yang lebih baik antara masyarakat dari berbagai latar belakang. Pertukaran ide, nilai, dan praktik budaya dapat menghasilkan inovasi dan perkembangan yang kaya secara budaya. Penerimaan terhadap perubahan budaya juga dapat mempromosikan toleransi dan penghargaan terhadap keunikan setiap budaya. Namun, ada juga pendekatan yang lebih kritis dan cenderung menolak perubahan budaya dalam era globalisasi. Alasan di balik penolakan ini sering kali berakar pada kekhawatiran terhadap kehilangan identitas budaya lokal. Masyarakat yang menolak perubahan budaya mungkin merasa bahwa pengaruh budaya global dapat mengaburkan nilai-nilai dan tradisi mereka sendiri. Mereka berjuang untuk mempertahankan kekhasan budaya mereka dan melindungi warisan budaya yang mereka anggap juga argumen yang menyatakan bahwa pendekatan penerimaan atau penolakan perubahan budaya tidak harus bersifat biner. Masyarakat dapat mengadopsi pendekatan yang seimbang dalam menghadapi perubahan budaya dalam era globalisasi. Pendekatan ini mencakup upaya untuk menjaga kekhasan budaya lokal sambil terbuka terhadap pengaruh baru yang dapat memperkaya budaya tersebut. Ini melibatkan dialog antara budaya-budaya yang berbeda, pengakuan terhadap nilai-nilai budaya yang penting, dan penyesuaian yang bijaksana dalam menghadapi perubahan yang akhirnya, keputusan untuk menerima atau menolak perubahan budaya dalam era globalisasi adalah pilihan yang kompleks dan tergantung pada konteks masyarakat dan individu. Yang penting adalah untuk menghargai keberagaman budaya, mempromosikan dialog dan saling pengertian antara budaya-budaya yang berbeda, dan memastikan bahwa perubahan budaya terjadi dengan tetap menghormati dan melindungi kekhasan dan identitas budaya yang ada. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Sabtu, 04 September 2021 1144 Penulis Dhia Amira Kapanlagi Plus - Waktu terus berjalan, tentu saja dengan berjalannya waktu ini bumi juga semakin menua. Ada banyak hal yang bisa terjadi di bumi ini, salah satunya globalisasi. Ya, globalisasi adalah sebuah proses yang terjadi di dunia karena berbagai faktor. Apakah akibat sebuah kerusakan yang dilakukan oleh manusia? Apakah karena sebuah teknologi?Apakah kalian sudah mengetahui apa arti dari sebuah globalisasi? Bagaimana bisa hal ini terjadi? Tentu kita memiliki banyak sekali pertanyaan. Proses globalisasi tentu bukan memakan waktu yang singkat, ada puluhan hingga ratusan tahun hingga sampai akhirnya di proses tersebut. Dan tentu untuk mengetahui hal itu, kita butuh sebuah ilmu yang tepat untuk mengetahui arti sebuah globalisasi. Untuk itu telah dilansir dari berbagai sumber, globalisasi adalah sebuah proses kehidupan dimana ada penyebab dan ciri-cirinya. Apa saja itu? Yuk langsung saja dicek KLovers. 1. Pengertian Globalisasi Ilustrasi Credit Pixabay Ya, globalisasi adalah sebuah proses yang dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan, kebudayaan, perkembangan teknologi, transportasi, telekomunikasi, dan sebagainya yang kemudian berpengaruh pada perubahan berbagai aspek kehidupan dalam pihak berpendapat bahwa, globalisasi berawal di era modern, beberapa pakar lainnya bahkan berhasil melacak sejarah globalisasi sampai sebelum zaman penemuan Eropa dan pelayaran ke Dunia Baru. Ada pula pakar yang mencatat globalisasi bisa jadi mulai muncul di milenium ketiga sebelum dari globalisasi sebenarnya belum memiliki definisi yang tepat, kecuali sekadar definisi kerja, sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Globalisasi dipandang sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama suatu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. Globalisasi identik dengan istilah global village atau desa global, di mana batas-batas wilayah negara seolah menjadi pudar bahkan seperti hilang alias jadi tanpa ini mengakibatkan kemajuan teknologi alat komunikasi dan transportasi. Mengapa batas negara seolah pudar bahkan lenyap. Batas negara disebut pudar karena semua orang bisa mengunjungi negara manapun dengan sangat mudah karena bantuan alat transportasi modern. 2. Pengertian Globalisasi dari Para Tokoh Ilustrasi Credit Pixabay Selain pengertian di atas, ada pula pengertian globalisasi yang dikemukakan oleh beberapa tokoh. Berikut ini beberapa pengertian dari globalisasi dari para tokoh tersebut1. Pengertian Globalisasi menurut Selo SoemardjanGlobalisasi adalah terbentuknya sebuah komunikasi dan organisasi di antara masyarakat satu dengan yang lainnya yang berbeda di seluruh dunia yang memiliki tujuan untuk mengikuti kaidah-kaidah baru yang Pengertian Globalisasi menurut Anthony GiddensSemua hal yang terjadi yakni, hubungan sosial akhirnya menjadi intens antar penduduk di dunia ini dan menghubungkan satu peristiwa dengan peristiwa lainnya yang menghasilkan dampak timbal balik antara satu wilayah dengan wilayah yang lainnya, sehingga berkembang luas sampai aspek-aspek kehidupan antara Pengertian Globalisasi menurut Cochrane dan PainGlobalisasi adalah pertanda globalisasi sebagai munculnya sebuah sistem ekonomi dan budaya global yang membuat manusia di seluruh dunia menjadi sebuah masyarakat tunggal yang Pengertian Globalisasi menurut Cohen dan KennedyGlobalisasi adalah seperangkat transformasi yang saling memperkuat dunia, yang meliputi perubahan konsep ruang dan waktu, kebergantungan pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda, peningkatan interaksi kultural, meningkatnya masalah bersama dalam bidang ekonomi, lingkungan, dan permasalahan lazim Pengertian Globalisasi menurut Achmad SuparmanGlobalisasi adalah sebuah proses menjadikan sesuatu benda atau perilaku sebagai ciri dan setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh Waters, globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting, yang terjelma di dalam kesadaran Pengertian Globalisasi menurut Prof. Dr. MubyartoGlobalisasi mempunyai dua pengertian pertama, sebagai deskripsi/definisi, yaitu proses menyatunya pasar dunia menjadi satu pasar tunggal; kedua, dalam bidang ekonomi, yang menjadikan ekonomi lebih efisien dan lebih sehat menuju kemajuan masyarakat dunia. 3. Penyebab Terjadinya Globalisasi Ilustrasi Credit Pixabay Selain pengertian, kita juga harus mengetahui apa saja sih penyebab dari terjadinya globalisasi. Untuk itu berikut ini ada beberapa penyebab yang bisa membuat terjadinya sebuah globalisasi1. Perkembangan teknologi informasi dan transportasiPenyebab terjadinya globalisasi yang pertama yaitu, pesatnya perkembangan teknologi informasi dan transportasi membuat kegiatan jual beli antar negara menjadi lebih mudah. Kita bahkan bisa membeli sebuah barang di luar negeri tanpa harus melakukan tatap Meningkatnya kerja sama internasionalKemudian penyebab terjadinya globalisasi lainnya yaitu, kerja sama internasional memudahkan terjadinya transaksi antar negara, yang kemudian turut meningkatkan jumlah produk yang masuk dari luar negeri dan juga sebaliknya. Proses globalisasi pun terus terjadi lebih perdagangan internasional Kemudahan TransportasiTentu dengan semua penjelasan sebelumnya, semua pengiriman barang dan jasa antar negara menjadi lebih mudah sehingga banyak produk asing yang masuk dan menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat. Tidak jarang produk asing ini kemudian diadaptasi oleh masyarakat setempat sehingga terjadi penggabungan Ekonomi TerbukaDan yang terakhir yaitu, adanya ekonomi terbuka. Perdagangan global yang terjadi saat ini dikarenakan negara-negara di dunia semakin terbuka satu sama lain sehingga terjadi pertukaran produk dari satu negara ke negara lain. Produk ini sendiri tidak lepas dari elemen dan budaya negara asalnya, yang kemudian bisa saja mempengaruhi negara lain. Misalnya produk kecantikan asal Korea yang mengandung bahan-bahan yang tidak umum ditemukan di Indonesia, dan masih banyak lagi. 4. Ciri-Ciri Globalisasi Ilustrasi Credit Pixabay Kemudian ada pula ciri-ciri dari sebuah globalisasi. Berikut beberapa ciri-ciri yang bisa kalian lihat sebagai bentuk terjadi globalisasi. Inilah beberapa ciri-ciri tersebut1. Perubahan konsepEra globalisasi membuat berubahnya konsep antara ruang dan waktu sehingga setiap orang akan mudah mengakses apa pun yang mereka inginkan hanya menggunakan Pasar dan produksiSetiap negara akan saling bergantung satu sama lain. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan perdagangan internasional. Organisasi semacam WTO juga memengaruhi perilaku pasar dan Peningkatan interaksiInteraksi antarmasyarakat di belahan dunia akan makin mudah terjalin. Hal ini tak lain karena munculnya berbagai macam sosial Menularnya kebudayaanInformasi yang mudah diperoleh menyebabkan pertukaran kebudayaan makin mudah didapatkan. Misalnya melalui film, musik atau Timbulnya masalah bersamaLantaran kompleksnya jalan perekonomian dan perdagangan, hal ini juga memicu timbulnya masalah dari berbagai negara. Misalnya inflasiregional, masalah lingkungan hidup, dan sebagainya. 5. Dampak Terjadinya Globalisasi Ilustrasi Credit Pixabay Dan yang terakhir yaitu ada dampak yang terjadi akibat sebuah globalisasi. Semua hal yang terjadi akibat globalisasi tentu saja memiliki dampak, ada dampak yang positif dan ada pula yang negatif. Semua bukan menjadikan hal positif saja atau hanya negatif saja. Nah berikut ini ada beberapa dampak yang terjadi akibat sebuah globalisasi1. Dampak positif globalisasi- Kemudahan memperoleh informasi dan ilmu Kehidupan sosial ekonomi yang Kemajuan dalam bidang teknologi, komunikasi, transportasi, dan informasi yang memudahkan Dampak negatif globalisasi- Gampangnya budaya barat masuk dan memengaruhi nilai-nilai budaya Lunturnya nilai-nilai kebudayaan, seperti gotong royong dan lain Rusaknya lingkungan dan meningkatnya polusi Maraknya penyelundupan barang-barang ilegal maupun beberapa hal tentang globalisasi yang dapat kalian ketahui dan pelajari. Semoga globalisasi menjadi sebuah hal yang membawa dampak positif untuk kita semua, baik dari segi ekonomi, budaya, hingga simak juga Cerpen Adalah Cerita Pendek, Berikut Pengertian Lengkap, Ciri, Fungsi Hingga Contoh Mengenal Web adalah Bagian Penting dalam Teknologi Internet, Ketahui Jenis dan Cara Mengaksesnya Google Adsense Adalah Layanan Iklan di Internet yang Bisa Jadi Sumber Penghasilan, Ketahui Cara Mengaktifkannya Evaporasi Adalah Penguapan Air Menjadi Gas, Ketahui Faktor Penyebab dan Prosesnya dalam Siklus Hujan Virtual Adalah Komunikasi Secara Daring, Simak Pengertian, Tipe dan Contohnya Berikut Ini
JAKARTA, - Istilah globalisasi mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Globalisasi sendiri berasal dari kata "global" yang artinya meliputi seluruh dunia atau secara keseluruhan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI globalisasi adalah proses masuknya ke ruang lingkup menurut buku Terampil dan Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/MI Kelas VI karya Sanusi Fattah dkk, globalisasi adalah suatu proses yang menempatkan masyarakat dunia dapat menjangkau satu dengan yang lain atau saling terhubungkan dalam semua aspek kehidupan, baik dalam bidang ekonomi, politik, budaya, teknologi maupun lingkungan. Baca juga Apa yang Dimaksud dengan Negara Dunia Ketiga? Dengan adanya globalisasi, dunia yang begitu luas dan jarak antarnegara yang jauh tidak lagi menjadi penghalang untuk saling berhubungan. Proses globalisasi sendiri didukung oleh kemajuan teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi. Dengan adanya kemajuan tersebut hubungan antarmanusia menjadi lebih mudah. Misalnya saja, jika kamu ingin berbicara dengan temanmu di luar negeri. kamu dapat menggunakan telepon tanpa harus jauh-jauh menemuinya. Dahulu orang berkomunikasi melalui telegram dan surat biasa yang memerlukan waktu lama. Sekarang kita dapat menggunakan internet yang lebih mudah dan cepat. Ciri-Ciri Globalisasi Mengutip buku Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/MI Kelas IV karya Arif Julianto Dkk, terdapat beberapa tanda terjadinya globalisasi. Berikut uraiannya Batas Antar Negara Semakin Menipis Di dunia ini terdapat lebih dari dua ratus negara. Tiap-tiap negara memiliki wilayah dan batas negara tertentu. Oleh karena pengaruh globalisasi, batas wilayah antarnegara menjadi hal yang tidak penting lagi. Setiap orang pada zaman sekarang bisa mendapatkan informasi di luar batas negaranya. Perkembangan teknologi dan komunikasi menjadi penyebab hilangnyabatas-batas negara tersebut. Sekarang orang dengan mudah dapat menghubungi kerabat atau temannya yang berada di negara lain dengan menggunakan telepon. Informasi Mudah Menyebar Proses globalisasi memungkinkan penyebaran informasi menjadi lebih mudah dan cepat. Berbagai peristiwa sekecil apa pun sekarang dapat diterima di semua tempat dan oleh semua orang. Globalisasi memudahkan setiap negara dan setiap orang menunjukkan diri pada seluruh dunia. Prestasi yang dimiliki seseorang dapat dengan mudah disebarluaskan di seluruh penjuru dunia. Media yang digunakan antara lain internet dan televisi. Kegiatan Perdagangan Semakin Luas Kegiatan perdagangan terus berkembang akibat pengaruh globalisasi dibidang ekonomi. Kegiatan ekonomi dan perdagangan di dunia menjadi semakin terbuka melintasi batas-batas wilayah sebuah negara. Tidak hanya itu, kegiatan ekonomi sekarang ini juga menyangkut masalahperpindahan tenaga kerja. Pada era global tenaga kerja dapat memilih bekerja di negara mana pun sesuai dengan keinginan dan kemampuannya. Baca juga Apa Itu Blue Chip, Middle Cap, dan Small Cap Dalam Investasi Saham? Dampak Globalisasi Ilustrasi dampak globalisasi bagi Indonesia Bagai pisau bermata dua, globaliasi juga membawa dampak positif dan negatif dalam kehidupan masyarakat. Untuk itu, dalam penerima globaliasasi ada baiknya kita bersikap bijaksana, waspada, antisipatif dan selektif. Berikut dampak positif dan negatif dari globalisasi Dampak Positif Masyarakat Semakin Maju Globalisasi menyebabkan masyarakat dengan mudah menerima berbagaiteknologi baru dari negara lain. Perkembangan teknologi semakin meluashingga ke seluruh motor, dan barang-barang elektronik semakin mudah didapatkan. Perkembangan teknologi di satu tempat dengan mudah segera ditiru di tempat lain. Penemuan dan perkembangan teknologi menyebabkan kemajuan pada kehidupan masyarakatnya. Semangat Kerja Meningkat Salah satu akibat dari globalisasi adalah persaingan yang semakin harus berjuang untuk sejajar dengan negara maju. Kita harus berjuang agar masyarakat tetap bertahan pada era global. Persaingan tersebut harus dihadapi dengan semangat untuk belajar. Sebab, nantinya saingan kamu akan berasal dari negara-negara lain. Kita tidak mungkin berpangku tangan hanya pasrah pada nasib. Saatnya kini mengembangkan diri untuk meraih prestasi. Jika tidak negara kita akan semakin tertinggal. Ruang Sosial Makin Terbuka Berkat kemajuan teknologi manusia dapat berkomunikasi dengan fasilitas-fasilitas yang ada kamu dapat membuka luas pergaulanmu di seluruh penjuru dunia. Dengan e-mail, chatting, telepon, dan video call kamu dapat āmenjumpaiā teman-temanmu, bahkan yang berada di luar negeri sekalipun. Kamu tidak perlu pergi jauh-jauh, cukup gunakan fasilitas-fasilitas tersebut, komunikasi pun lancar. Pertukaran Budaya Globalisasi menyebabkan budaya asing masuk dalam budaya suatu negara dengan mudah. Dengan begitu, budaya suatu negara dapat terserap dengan mudah di negara lain. Pasar Semakin Luas Globalisasi ekonomi menyebabkan hasil produksi dalam negeri dapat dijual di luar negeri. Setiap negara dapat memperoleh pasar yang jauh lebih luas. Akan tetapi, ada syaratnya, yaitu produk tersebut harus mempunyai daya saing tinggi. Dampak Negatif Globalisasi Membanjirnya Produk Luar Negeri Dalam globalisasi kamu akan dihadapkan pada berbagai produk luar negeri. Mulai dari berbagai barang elektronik, mobil, dan motor adalah produk milik perusahaan di luar negeri. Jumlah penduduk Indonesia yang banyak sangat potensial untuk menjadi sasaran pasar berbagai produk luar negeri. Ditambah lagi pada era global hambatan perdagangan antarnegara menjadi semakin terbatas. Harga barangbarang menjadi lebih murah. Hal tersebut menyebabkan produk dalam negeri semakin tersisih. Kegiatan produksi dalam negeri menjadi terabaikan. Ketergantungan Terhadap Negara Maju Negara berkembang termasuk Indonesia biasanya belum siap menghadapi globalisasi. Sarana dan prasarana ekonomi di negara berkembang masih kurang. Oleh karena itu, negara berkembang akan berlomba-lomba mencari pinjaman modal kepada negara maju. Akibatnya, negara maju yang memberi pinjaman dapat mengelola sumber daya di negara berkembang dengan bebas. Umumnya negara berkembang masih menjadi korban dengan adanya globalisasi. Oleh karena itu, setiap negara mulai mengembangkan diri untuk meningkatkan daya saingnya. Lapangan Kerja Semakin Sempit Globalisasi menyebabkan banyak tenaga kerja asing dengan mudah masuk ke dalam negeri. Mereka datang sebagai tenaga ahli yang menguasai berbagai bidang kehidupan. Hal tersebut jelas mengurangi kesempatan kerja bagi tenaga kerja dalam negeri. Persaingan kerja semakin meningkat. Tenaga kerja Indonesia tidak hanya bersaing dengan tenaga kerja dalam negeri. Mereka harus memperhitungkan masuknya tenaga kerja asing. Kerusakan Lingkungan Hidup Tuntutan kemajuan mengharuskan negara-negara melakukan berbagai cara. Salah satunya dengan usaha mengeksploitasi sumber daya tanpa perlu mempertimbangkan kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya. Akibatnya, polusi udara semakin merajalela. Pencemaran semakin tidak terkendali. Belum lagi sumber daya alam banyak yang rusak. Alam pun akhirnya menjadi korban globalisasi. Nilai-Nilai Sosial Semakin Hilang Masuknya budaya Barat dan semakin sibuknya setiap orang mengejar kemakmuran menyebabkan nilai-nilai sosial semakin memudar. Masyarakat semakin mementingkan diri sendiri. Nilai kebersamaan dalam gotong royong dan musyawarah sudah mulai hilang. Orang sibuk bekerja setiap hari sehingga kurang peduli dengan lingkungan sekitar. Masyarakat yang hidup dalam semangat kegotongroyongan bergeser menjadi masyarakat individualistik yang hanya mementingkan kebutuhan pribadi. Norma, budaya, dan tradisi masyarakat juga berubah. Baca juga Apa yang Dimaksud Dengan Middle Income Trap? Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Globalisasi mempermudah akses informasi dan pertukaran budaya di seluruh dunia. Oleh karena itu, masyarakat dunia semakin terbuka terhadap berbagai informasi. Gejala sosial negatif yang tampak apabila masyarakat belum siap dengan kondisi tersebut adalah .... A. universalisme antarkelompok B. guncangan sosial budaya di berbagai bidang C. konsumerisme dan hedonisme meningkat D. tindak kriminalitas meningkat E. ancaman kerusakan lingkunganPembahasanGejala sosial negatif yang tampak apabila masyarakat belum siap dengan kondisi tersebut adalah guncangan sosial budaya di berbagai B-Jangan lupa komentar & sarannyaEmail nanangnurulhidayat terus OK! š
globalisasi mempermudah akses informasi dan pertukaran budaya di seluruh dunia